Affiliate Strategy Marketplace Indonesia: Sistem Lengkap Shopee, TikTok Shop, Lazada & Tokopedia untuk Pemula hingga Pro

Banyak orang masuk dunia affiliate karena melihat potensi komisi besar.
Tapi sebagian besar berhenti karena hasilnya kecil atau bahkan nol.

Masalahnya bukan di platform.
Masalahnya di strategi.

Affiliate marketplace di Indonesia memiliki sistem yang berbeda, algoritma berbeda, dan pola konversi berbeda.

Kalau kamu memperlakukan semuanya sama, hasilnya tidak maksimal.

Artikel ini membedah strategi affiliate untuk:

  • Shopee Affiliate
  • TikTok Shop Affiliate
  • Lazada Affiliate
  • Tokopedia Affiliate

Secara sistematis dan realistis.


1️⃣ Pahami Dulu 3 Pilar Affiliate Strategy

Sebelum bicara platform, kamu harus pahami fondasi ini:

Pilar 1 – Traffic

Dari mana orang melihat link kamu?

  • Konten (artikel, video, live)
  • Komunitas
  • Search (SEO)
  • Social media

Tanpa traffic, tidak ada klik.


Pilar 2 – Intent

Tidak semua klik bernilai sama.

Orang yang:
“Cari rekomendasi mic gaming terbaik”
lebih potensial beli dibanding:
“Lagi scroll hiburan”.

Affiliate yang gagal biasanya hanya mengejar view, bukan intent.


Pilar 3 – Conversion System

Setiap marketplace punya algoritma dan sistem tracking berbeda.

Inilah yang membedakan Shopee, TikTok, Lazada, dan Tokopedia.


2️⃣ Shopee Affiliate Strategy

Shopee kuat di:

  • Diskon
  • Flash Sale
  • Voucher
  • Produk harga impulsif

Strategi efektif:

✔ Fokus produk < 300 ribu
✔ Manfaatkan momen kampanye (9.9, 10.10, Ramadan)
✔ Gunakan urgency
✔ Gunakan keyword “Murah”, “Diskon”, “Promo”

Shopee cocok untuk:
Affiliate pemula yang belum punya audience besar.

Karena:
Shopee punya traffic internal kuat.


3️⃣ TikTok Shop Affiliate Strategy

TikTok berbeda total.

Di sini bukan soal diskon.
Ini soal storytelling dan hook.

Algoritma TikTok mendorong:

  • Watch time
  • Engagement
  • Retention

Strategi efektif:

✔ 3 detik pertama harus kuat
✔ Review jujur & natural
✔ Tunjukkan before-after
✔ Gunakan format short vertical

TikTok cocok untuk:
Affiliate yang nyaman tampil di video.


4️⃣ Lazada Affiliate Strategy

Lazada lebih stabil tapi kurang hype.

Kelebihan:

  • Komisi relatif stabil
  • Banyak brand official store

Strategi efektif:

✔ Fokus produk branded
✔ Gunakan artikel SEO
✔ Gunakan perbandingan produk

Lazada cocok untuk:
Affiliate berbasis blog atau website.


5️⃣ Tokopedia Affiliate Strategy

Tokopedia lebih cocok untuk:

  • Produk kebutuhan rutin
  • Produk mid-high value

Strategi efektif:

✔ Gunakan keyword review detail
✔ Buat konten edukasi panjang
✔ Fokus niche tertentu

Tokopedia tidak terlalu impulsif seperti Shopee.

Lebih cocok untuk audience dengan intent kuat.


6️⃣ Kesalahan Umum Affiliate Marketplace

❌ Share link tanpa konteks
❌ Spam di grup
❌ Tidak memahami algoritma
❌ Tidak membangun positioning niche
❌ Hanya fokus komisi, bukan value

Affiliate bukan sekadar “taruh link”.

Affiliate adalah sistem distribusi keputusan pembelian.


7️⃣ Strategi Jangka Panjang yang Lebih Aman

Kalau kamu ingin hasil stabil:

  1. Pilih 1–2 platform dulu
  2. Bangun niche spesifik
  3. Bangun aset (website / komunitas)
  4. Buat konten informatif
  5. Gunakan data, bukan asumsi

Jangan jadi affiliate musiman.

Bangun sistem.


8️⃣ Kesimpulan

Affiliate marketplace Indonesia bukan tentang siapa paling viral.

Tapi siapa yang paling paham sistem.

Shopee cocok untuk momentum & diskon.
TikTok cocok untuk storytelling & engagement.
Lazada cocok untuk SEO & brand trust.
Tokopedia cocok untuk niche & edukasi.

Kalau kamu menggabungkan strategi dengan sistem yang tepat, komisi bukan lagi kebetulan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top