1 KTP Bisa 5 Akun Shopee? Ini Penjelasan Sebenarnya (Banyak yang Salah Paham)

Pertanyaan ini sering sekali muncul di forum penjual: “Benar nggak sih 1 KTP bisa bikin 5 akun Shopee?” Jujur, dulu saya juga salah paham. Saya kira itu berarti bebas bikin lima akun lengkap dengan lima ShopeePay, lima rekening, dan semuanya aman tanpa risiko. Setelah saya pelajari dari kebijakan resmi dan membaca penjelasan dari pusat bantuan marketplace, ternyata maknanya tidak sesederhana itu.

Di artikel ini saya ingin menjelaskan dengan bahasa yang lebih mudah dipahami. Bukan opini, bukan asumsi, tapi berdasarkan aturan yang memang tertulis dan praktik yang saya lihat sendiri di lapangan.


Apa Maksud “5 Toko” Itu Sebenarnya?

Di platform seperti Shopee, ada kebijakan bahwa satu identitas (KTP) dapat digunakan untuk mendaftarkan beberapa toko. Banyak yang mengartikan ini sebagai “bebas bikin 5 akun Shopee.” Padahal, istilah yang sering dipakai adalah jumlah toko, bukan sekadar akun kosong.

Secara sistem, satu orang memang bisa memiliki lebih dari satu toko. Tujuannya biasanya untuk memisahkan kategori produk, brand berbeda, atau strategi bisnis yang berbeda. Misalnya satu toko khusus fashion, satu lagi khusus aksesoris gadget. Ini praktik yang wajar di dunia marketplace.

Namun yang perlu dipahami: kebijakan ini tetap berada dalam pengawasan sistem keamanan marketplace. Artinya, meskipun diperbolehkan, semua toko itu tetap terhubung secara data melalui identitas pemilik.


Apakah Berarti Bisa 5 ShopeePay Juga?

Ini bagian yang paling sering disalahpahami.

ShopeePay adalah layanan dompet digital yang terhubung dengan verifikasi identitas. Untuk aktivasi penuh (premium), diperlukan verifikasi KTP. Secara regulasi keuangan digital di Indonesia, satu identitas biasanya hanya boleh digunakan untuk satu akun dompet digital yang terverifikasi penuh.

Jadi ketika orang mengatakan “1 KTP bisa 5 akun,” itu tidak otomatis berarti 5 ShopeePay premium berbeda dengan 1 KTP yang sama. Sistem finansial berada di bawah regulasi yang lebih ketat dibanding sekadar membuka toko.

Dari pengalaman saya mempelajari aturan dompet digital, verifikasi identitas berfungsi untuk mencegah penyalahgunaan, pencucian uang, dan aktivitas ilegal. Jadi bagian keuangan selalu lebih sensitif daripada sekadar etalase toko.


Kenapa Marketplace Mengizinkan Lebih dari 1 Toko?

Kalau dipikir secara bisnis, masuk akal.

Banyak seller profesional memang memisahkan brand. Bahkan di e-commerce global seperti Amazon atau Tokopedia, praktik multi-store itu bukan hal aneh. Strateginya jelas:

  • Menghindari pencampuran rating antar kategori
  • Mengelola tim admin berbeda
  • Mengatur positioning brand
  • Menguji produk baru tanpa mengganggu reputasi toko utama

Namun yang perlu digarisbawahi: multi toko bukan berarti bebas manipulasi. Jika satu toko melanggar aturan berat (misalnya pelanggaran hak cipta atau penipuan), sistem marketplace bisa meninjau hubungan ke toko lain yang terhubung pada identitas yang sama.

Artinya: risiko tetap kolektif.


Kenapa Banyak yang Salah Paham?

Menurut saya ada tiga penyebab utama:

  1. Informasi yang disampaikan setengah-setengah di grup komunitas.
  2. Orang menyamakan “akun Shopee” dengan “ShopeePay” padahal itu dua sistem berbeda.
  3. Tidak membaca detail kebijakan resmi.

Saya pernah melihat orang membuat beberapa akun dengan tujuan menghindari limit, mengulang promo, atau menyiasati aturan. Secara teknis mungkin bisa lolos sementara, tetapi sistem marketplace sekarang jauh lebih canggih dibanding dulu. Data IP, perangkat, rekening bank, nomor HP, semuanya bisa menjadi indikator keterkaitan akun.

Marketplace modern bukan lagi sistem manual.


Jadi Kesimpulannya Bagaimana?

Dari pemahaman saya setelah membaca kebijakan resmi dan mempelajari sistem marketplace:

  • 1 KTP bisa digunakan untuk mendaftarkan beberapa toko dalam batas tertentu.
  • Itu bukan berarti bebas membuat banyak dompet digital terverifikasi.
  • Semua toko tetap terhubung secara data di belakang layar.
  • Jika satu bermasalah, potensi efeknya bisa ke yang lain.
  • Multi toko diperbolehkan untuk strategi bisnis, bukan untuk menghindari aturan.

Saya pribadi melihat kebijakan ini sebagai ruang fleksibilitas untuk seller serius, bukan celah untuk bermain sistem.


Pengalaman dan Refleksi Saya

Dulu saya sempat berpikir, makin banyak akun berarti makin besar peluang jualan. Setelah memahami strukturnya, saya sadar yang lebih penting justru kualitas pengelolaan toko, bukan jumlahnya.

Marketplace hari ini dibangun dengan sistem reputasi dan trust. Sekali reputasi rusak, membangunnya kembali jauh lebih sulit daripada membuka toko baru.

Menurut Anda bagaimana?
Apakah Anda menggunakan lebih dari satu toko?
Apakah menurut Anda kebijakan ini sudah adil, atau masih membingungkan?

Saya terbuka untuk diskusi. Karena menurut saya, memahami aturan secara utuh jauh lebih aman daripada sekadar mengikuti kata orang.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top